Kamis, 15 Juli 2010

ETIKA PERGAULAN

Etika Pergaulan

Akhlak: sering orang mengatakan dengan tata krama atau adat sopan santun atau sering disebut etiket, telah menjadi bagian dalam hidup kita sehari-hari dan telah menjadi persyaratan dalam kehidupan sehari-hari malahan telah meningkat menjadi tuntunan masyarakat dimanapun dan kapapun.

Akhak juga dapat diartikan menurut bahasa yaitu budipekerti, watak, sopan santun ,moral dan etika. Sedangkan arti akhlak menurut istilah adalah tingkah laku yang melekat pada seseorang sehingga menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa adanya pertimbangan.

Akhlak atau tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama-kelamaan dapat merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas. Perkembanga itu berlangsung secara perlahan-lahan tanpa diarahkan, dan pada akhirnya diterima sebagai suatu kesepakatan bersama, suatu perjanjian yang tak tertulis.

Hubungan antar manusia atau komunikasi ( interaksi sosial ) melahirkan pergaulan. Dalam bergaul faktor perhatian sangat menentukan. Pergaulan biasanya diawali dengan perkenalan. Dalam pergaulan orang perlu mengenal dalam pembicaraan dengan sarana komunikasi.

Dalam pergaulan kita mempunyai akhlak yang baik, karena kita sebagai makhuq sosial tidak akan lepas dari pergaulan dan sekaligus satu sama lain saling membutuhkan.

Di dalam pergaulan dibagi menjadi 4 kelompok sebagai berikut:

1. Pergaulan dengan sesama manusia

Apabila kita ingin dihormati orang lain, kita harus menghormat orang lain lebih dulu. Kita sesama manusia adalah bersaudara, dan kita tidak boleh saling bermusuhan. Berbuat baik kepada sesama misalnya:

1. Jangan mengganggu ketentraman tetangga

2. Memberikan sebagian makanan sebagai tanda eratnya hubungan antar sesama. Bila sedang tasyakkuran maka utamakan tetanga lebih-lebih yang hidupnya sengsara.

3. Memberikan pertolongan bila mereka membutuhkan

4. Saling memaafkan bila terdapat kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja.

5. Saling menerima dan memberi

6. Hormat dan sopan

7. Menjaga hak dan kewajiban masing-masing

8. Tanggung jawab bersama untuk menciptakan keamanan, kebersamaan, persaudaraan dan persahabatan

9. Menghormati keyakinan masing-masing

2. Pergaulan dengan orang yang lebih tua

Dalam pergaulan dengan orang yang lebih tua dari kita, sikap yang harus kita terapkan dalam pergaulan di antaranya sebagai berikut:

1. Menghormati, memberi salam ketika bertemu, dan mencuim tangan ketika bersalaman

2. Bersikap dan berbicara yang sopan

3. Patuh terhadap nasihat-nasihatnya

4. Tidak membuat marah / menyakiti hati mereka

Terutama terhadap orang tua kita sendiri, disamping hal-hal di atas kita harus senantiasa mendoakan kepada Allah SWT. agar beliau berdua selalu mendapatkan ridlo-Nya, jangan sampai kita membuat murka kepada kedua orang tua kita, sebab ridlo Allah tergantung pada keridloan orang tua kita dan murka Allah tergantung pada kemurkaan keduanya.

3. Pergaulan kepada lebih muda

Sikap kita kepada orang yang lebih muda dari kita sebagai berikut:

1. Menyayangi mereka

2. Tidak bersikap sewenang-wenang

3. Memberi contoh tauladan yang baik

Dengan sikap seperti di atas maka akan terjalin hubungan yang harmonis serta tercipta keakraban. Pendek kata, masing-masing kaum muda dan kaum tua saling menempatkan diri sebagai mana mestinya.

4. Pergaulan dengan lawan jenis

Allah menciptakan manusia ada laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu kita harus memperhatikan cara bergaul antara lawan jenis sebagai berikut:

1. Mengendalikan pandangan mata

- Memandang wanita yang bukan muhrimnya hanya wajah dan telapak tanganya

- Memandang laki-laki yang bukan muhrimnya hanya sebatas anggota badan di bawah lutut dan di atas pusar

2. Menjaga kemaluaan

Laki-laki dan perempuan harus bisa menjaga kemaluannya/farji’nya agar terhindar dari perbuatan zina yang tergolong dosa besar dan sangat berat hukumannya di dunia dan di akhirat.

3. Menutup aurat

- Aurat wanita adalah sekujur tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tanganya, wajib menutup kepala sampai badannya.

- Menutup aurat juga berarti tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.

- Boleh membuka aurat hanya di depan suami

- Tidak boleh bertingkah untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya di depan laki-laki yang bukan muhrmnya

- Aurat laki-laki antara pusar dan lutut, dan wajib menutupnya meskipun di luar Sholat

4. Tidak diperbolehkan berduaan antara laki dan perempuan yang bukan muhrinya di tempat yang sunyi dari orang lain, sebab yang ketiga adalah syetan.

Kita harus mengetahui batas-batas pergaulan dengan lawan jenis. Jika laki-laki dan perempuan dapat mematuhi batas-batas pergaulan di atas, berarti ia berkemauan untuk membudayakan akhlkul karimah.

Akhlak terpuji dengan masyarakat inilah yang harus ditauladani bagi setiap orang muslim dan muslimat, agar hidupnya selamat dunia akhirat.

5. Akhlak pergaulan dengan sebaya

Pada umunya manusia lebih cenderung bergaul dengan kelompoknya. Dalam bergaul dengan teman sebaya ada banyak hal yang harus diperhatikan:

1. Memilih teman yang baik dan bermanfaat

Hal ini sangat penting, karena setiap teman dapat mempengaruhi terbentuknya watak dan kepribadian seseorang. Apabila kita berteman dengan teman yang baik pasti akan bermanfaat menjadikan kita orang yang baik dan bermanfaat. Sebaliknya bila kita berteman dengan teman yang jahat maka bisa mungkin kita terjerumus pada hal-hal yang jelek.

2. Menciptakan pergaulan yang sehat dan bermanfaat

Jika sudah menemukan teman yang baik maka harus diciptakan pergaulan yang sehat dan bermanfaat, antara lain:

- Kita harus menganggap teman kita seperti diri kita,

- Kita utamakan kepentingan teman kita di atas kepentingan sendiri, sehingga kita dahulukan memenuhi kepentingan teman kita itu

- Dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar, kita tidak boleh diam melihat teman kita melakukan kesalahan, terutama yang dilarang agama. Kita harus mengingatkannya dengan cara yang bijaksana

- Kita tidak boleh menyakiti hati teman kita

- Kita harus selalu memaafkan kesalahan teman

- Kita tidak boleh membebani teman kita di luar kemampuannya

- Kita harus berupaya untuk meringankan bebannya

- Kita harus mendoakan teman kita beserta seluruh keluarganya. Sebagaiman kita mendokan diri kita sendiri.

Di dalam kita bergaul ada bebarapa yang harus diperhatikan antra lain:

- Setiap kita bertemu dengan teman, maka yang pertama kali kita sapakan adalah dengan mengucap salam.

“Hadist”

Dari Anas ra, ia berkata “ Maka Rasulullah SAW, datang kemudian memberi salam kepada anak-anak yang sedang bermain-main

( Ibn Hibban, Abu Nu’aim dan Al Khotib )

Dari hadist di atas, kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya memberi salam kepada sesama teman atau pada anak-anak yang sedang bermain, agar mereka mendapatkan kebaikan dan limpahan rahmat dari Allah juga kita yang memberi salam, dengan memberi salam pada orang lain atau teman akan berakibat kita akrab serta memperbanyak teman atau saudara dan juga akan menghindari terjadinya konflik antar teman.

- Pada saat kita bergaul dengan berkomnikasi jangan sampai kita menceritakan aib oang lain ( teman )

Menceritakan aib orang lain disebut dengan GHIBAH adalah mencemarkan kehormatan teman atau saudara seagama, hal ini sudah menjadi buah santapa banyak perkumpulan atau majlis, walau Allah melarangnya dan mencegahnya menggambarkan dengan gambaran yang jelek dan menjijikkan

Sebagaimana Firman-Nya

“ Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya

( Al Hujarat 12 )”

Dan sabda Rasulullah :

“ Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan ghibah?

Mereka menjawab Allah dan Rasulullah lebih tahu.

Rasul berkata “ Engkau berbicara tentang saudaramu dengan apa yang dia benci.” Dikatakan ( kepada Nabi ) Bagaimana jika apa yang saya katakan ada pada saudaraku?

Rosul menjawab:

“ Jika ia seperti yang engkau katakan maka sesungguhnya engkau telah menggunjingnya, dan jika ia tidak seperti yang kau katakan, maka sesunggahnya engkau bohong ”

NAMIMAH

Zaman yang modern sekarang ini masyarakat berlomba-lomba meningkatkan status sosialnya, ada yang peningkatannya melalui prestasi murni ada juga yang meningkatkan status sosialnya dengan cara yang tidak baik dan tidak benar yaitu NAMIMAH (adu domba ) cara ini sering dilakukan agar orang lain hancur dan dapat mengambil manfaat dari kehancuran orang lain.

Namimah ( mengadu domba ) : menyampaikan ucapan sebagian orang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan pergaulan serta menyalakan api kedengkian dan permusuhan di antara sesama. Sesungguhnya Allah sangat mencela perbuatan ini.

FIRMAN ALLAH:

“ Dan janganlah kamu ikuti orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela yang kian kemari menghambur fitnah “Al Qolam ”

Diriwayatkan dari Huzaifah RA, bahwa Rasulullah bersabda:

“ Tidak akan masuk surga tukang fitnah ”

Dan dari Ibnu Abbas RA beliau berkata:

Nabi Muhammad SAW pernah berjalan melewati salah satu perkebunan di Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang disiksa di dalam kuburannya.

Seraya beliau bersabda:

“ Keduanya sedang disiksa, disiksa bukan karena dosa besar.” Kemudian beliau berkata “ benar ( dalam suatu riwayat ) Sesungguhnya ia adalah dosa besar. Salah seorang diantaranya tidak berlindung ketika bang air kecil dan yang lain adalah kian kemari menyabar fitnah”

Di antara cara-cara keji perbuatan ini adalah menghasut demi berusaha merusak hubungan di antaranya. Demikian juga dengan kelakuan sebagian murid yang mengadu kepada guru, karyawan mengadu kepada atasan yang berisi kebohongan yang unuk menimbulkan masalah dan mudlorot bagi yang lainnya dan pada akhirnya dia mengambil manfaat untuk meningkatkan status sosialnya, perbuatan yang demikian semuanya diharamkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar